Revolusi diri dan Sosial

Revolusi diri dan Sosial

  • 26 April 2018, 15:19
  • mysuper

Revolusi diri dan Sosial

Ketika kita ingin menjadi orang yang hebat, maka kita harus berani berhijrah, karena hijrah itu adalah perintah Allah dan sunnah Rasul. Dahulu Nabi Shallallahu alaihi wasallam berpindah dari Makkah ke Madinah. Hijrah memiliki dua makna. Pertama, hijrah yang berarti pindah dari sisi tempat, sebagaimana yang nabi lakukan. Kedua, hijrah dalam artian pindah dengan maknawi sifat. Ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah,

Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu berdasarkan niatnya, dan sesungguhnya setiap orang itu hanya mendapatkan apa yang diniatkannya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya kepada dunia, niscaya dia memperolehnya; atau kepada wanita yang hendak ia nikahi. Maka hijrah seseorang itu hanyalah kepada apa yang diniatkannya sejak semula.
Berkenaan dengan makna hijrah secara maknawi ini, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. bersabda,
Orang yang hijrah itu adalah: yang meninggalkan hal-hal yang dilarang oleh Allah. (HR. Al-Bukhari).
Meninggalkan yang buruk menuju yang baik, meninggalkan yang haram menuju yang halal. Seperti ketika kita masih terlibat dalam bisnis riba, maka mesti berpindah menuju bisnis yang halal. Oleh karena itu, setiap muslim harus melakukan hijrah, karena dengan hijrah akan membuat selamat orang lain. Dan muslim yang sebenarnya adalah ketika orang lain selamat dari ucapan dan sikap kita. Hakikat hijrah berarti revolusi diri yaitu berubah menjadi lebih baik.
Setiap muslim harus memiliki peningkatan setiap hari, grafik yang meningkat bisa diartikan harus berprestasi sebagai diri sendiri, baik prestasi duniawi ataupun prestasi ukhrawi. Tanamkan kualitas diri sejak dini sehingga kita menjadi umat yang maju dalam segala bidang.
Dalam surat Al-Mulk ayat 2, Allah Ta’ala berfirman,
Dia Allah) Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
Di ayat ini terdapat kata ahsanu amala yang berarti lebih baik prestasinya. Allah itu akan menguji kita sebagai umat muslim, sehingga setiap muslim harus berprestasi untuk dirinya dan orang lain, agar bermanfaat dan tidak melukai orang lain. Sebagaimana Ibnu Batutah yang berpetualang dan mengumpulkan bermacam ilmu, sehingga bisa kita baca sampai hari ini. Begitu pula para ahli hadist seperti Imam Bukhori yang harus mengembara ke banyak tempat untuk mencari hadits Nabi, kemudian membukukanya dalam berbagai kitab. Maka itulah prestasi mereka.
Di dalam Al-Quran, terdapat 3 tempat yang mengulang kutipan ayat ahsanu amala, sebagaimana di dalam surat Al Kahfi ayat 7 yang artinya, Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya (prestasinya).
Dalam membuat prestasipun menggunakan cara, dan cara itu tidak boleh lambat seperti penggalan ayat yang kita hafal yaitu Berlomba-lombalah dalam kebaikan.
Kaum muslimin juga harus kuat secara fisik, sebagaimana Rasulullah melakukan dakwah tidak dalam usia belia. Kewahyuan turun saat beliau 40 tahun. Perintah perang atau berjihad menghadapi orang-orang kafir Quraisy di medan Badar sendiri terjadi tatkala beliau berusia sekitar 54 tahun. Bukan usia yang muda tentunya, akan tetapi terlihat bahwa fisik Rasulullah masih sangat kuat.
Oleh sebab itu, kita perlu membuat revolusi minimal dari diri sendiri kemudian keluarga sekaligus pada lingkungan kita.
Sebagaimana Allah Subhanahu wa taala tegaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 147,
“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.
Salah satu solusi yang terbaik dari kerusakan atau kebathilan yang ada adalah agama (Islam). Ayat di atas dengan sangat jelas menunjukkan bahwa kebenaran adalah dari Allah Ta’ala dan kita tak boleh ragu karena yang Allah bawa kepada kita adalah agama Islam. Apapun masalahnya, maka ada solusinya dalam agama ini, baik itu masalah keluarga, pendidikan, ekonomi, serta lainnya. Semuanya ada dalam agama Islam.
Dari sekarang kita bisa ucapkan dalam diri serta tancapkan dalam hati bahwa SAYA MUSLIM HEBAT, karena kita yakin hanya agama Islamlah yang benar dan setiap permasalahan di dunia ini ada solusinya dalam Islam.
Tetapi jangan lupa dengan kata  karena hal ini sangat penting. Tetap tanamkan dalam hati yaitu rasa ketidakmampuan diri di hadapan Allah Taala di luar ucapan kita sebagai muslim yang hebat. Mari merevolusi diri dan lingkungan sosial kita!


Kirim Komentar