Orang Kaya Tidak Masuk Surga?

Orang Kaya Tidak Masuk Surga?

  • 26 April 2018, 15:15
  • mysuper

Dari Usamah bin Zaid radliyallahu  anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu  alaihi wasallam bersabda:

Saya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara  ashhab al jadd  tertahan (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka. (HR. Muslim).

Siapakah ashhab al jadd yang tertahan masuk surga itu? Dalam Syarah al Nawawi atas Shahih Muslim disebutkan bahwa ashhab al jadd adalah orang-orang yang beruntung secara materi. Yaitu orang-orang kaya, para tokoh, dan para pejabat (ashhab al wilayaat).

Mengapa mereka tertahan masuk surga?

Karena mereka menghadapi hisab (perhitungan dan audit) atas hartanya dan segala yang dimilikinya. Dari mana didapat dan dibelanjakan untuk apa, dan bagaimana ia menggunakan jabatannya. Sedangkan orang-orang miskin mendahului mereka masuk surga, sebab mereka tidak melalui hisab itu.

Tapi, tidak semua orang kaya tertahan masuk surga, sebagaimana tidak semua orang miskin masuk surga. Karena orang-orang kaya, pejabat, dan tokoh yang durhaka kepada kepada Allah, mereka sudah dimasukkan ke dalam neraka. Demikian juga orang-orang miskin yang durhaka kepada Allah juga dimasukkan ke dalam neraka.

Hadits di atas tidak mengatakan bahwa orang kaya, tokoh, dan pejabat tidak masuk surga. Sebab, Orang-orang yang berharta dan menginfakkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Al Baqarah: 274).

Sebab, para pejabat dan pemimpin yang adil kelak mendapat naungan Allah saat tidak ada naungan kecuali dari-Nya (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Tentang hadits di atas, Al Muhallab rahimahullah berkata, Yang paling banyak memasukkan ke dalam surga adalah tawadlu kepada Allah Taala. Dan yang paling menjauhkan dari surga adalah takabbur (menyombongkan diri) dengan harta dan apa yang dimilikinya. Mereka tertahan dari surga karena enggan memberikan hak-hak Allah yang seharusnya diberikan kepada orang-orang fakir. Maka, mereka tertahan guna menghadapi hisab atas keengganan itu.

Adapun mereka yang menunaikan hak-hak Allah dalam harta dan apa yang dimilikinya, mereka tidak tertahan. Mereka dimasukkan ke dalam surga, tapi jumlahnya tidak banyak. Karena harta itu ujian yang (biasanya) membuat terlena sehingga enggan menunaikan hak-hak Allah.

Dalam ‘Umdatu al Qari disebutkan pendapat Al Dawudi rahimahullah, “Saya berharap yang tertahan dari surga adalah ahlu al tafakhur (orang-orang yang sombong dengan harta dan apa yang dimilikinya). Karena, justru tokoh-tokoh ummat ini adalah orang-orang kaya dan disifati oleh Allah dengan ‘saabiquun’ (unggul, paling dulu beriman).

Ternyata, orang kaya juga berpeluang masuk surga.


Kirim Komentar