Kita Butuh Kasih Sayang

Kita Butuh Kasih Sayang

  • 26 April 2018, 14:48
  • mysuper

Allah Subhanahu wa Ta ala mempunyai nama-nama yang agung dan mulia, dimana Ar-Rahman dan Ar-Rahim adalah dua di antaranya. Ini menandakan bahwa kasih sayang Allah pasti sangatlah luas pada makhluk-Nya. Jika kasih sayang manusia itu terbatas, maka kasih sayang Allah Taala tiada batasnya. Meskipun tulus, kasih sayang manusia pasti masih ada pamrihnya. Tapi, kasih sayang Allah tetap diberikan sekalipun kepada orang yang ingkar dan mendustakan-Nya.

Betapa sering kita mengulang-ulang membaca surat Al Fatihah. Sehari semalam tak kurang dari 17 kali. Dalam surat tersebut, dua kali kita menyebut Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Pertama dalam Basmalah dan yang kedua dalam ayat ke-3. Pengulangan ini tentu ada hikmahnya. Dengan mengucapkan berkali-kali nama dan sifat Allah Taala Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang harusnya dapat menumbuhkan karakter dan kepribadian yang penuh kasih dan sayang.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, Setiap perkara (kehidupan) yang tidak dimulai dengan BISMILLAHIR-RAHMAANIR-RAHIM, maka dia akan terputus. Artinya adalah kurang barakahnya. (HR. Ibnu Hibban). Jadi, Rasulullah memerintahkan pada kita agar senantiasa mengucapkan basmalah ketika memulai segala perbuatan atau amalan. Dengan membaca basmalah kita menyadari bahwa berbagai hal yang kita peroleh, baik makanan, minuman, udara yang kita hirup, nikmat anggota tubuh, pikiran yang kita gunakan, serta kehidupan yang kita rasakan adalah karunia dari Allah Azza wa Jalla sebagai wujud kasih sayang-Nya.

Sebagai contoh teladan terbaik dalam kasih sayang ini adalah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Misi dari Allah Ta’ala yang beliau emban adalah menyebarkan kasih sayang kepada umat manusia. Allah menegaskan:
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiya: 107).

Kasih sayang ini bahkan telah menyatu dalam diri beliau sebagai sifat dan karakter dasarnya, terutama dalam bergaul dengan kaum Muslimin. Allah Ta’ala berfirman:
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka,… (QS. Al Fath: 29).

Dikisahkan, suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sedang mencium cucunya, Hasan bin Ali radhiyallahu anhu, ada seorang Arab Baduwi bernama al-Aqra bin Habis at-Tamimi melihatnya. Dia kemudian berkata, Sesungguhnya saya mempunyai sepuluh orang anak, tetapi sama sekali tidak seorang pun di antara mereka yang pernah aku cium.

Rasulullah kemudian memandang orang tersebut dengan pandangan tidak setuju, lalu beliau bersabda, Aku tidak dapat menjamin kamu bila Allah mencabut rasa belas kasihan dari hatimu. Wahai Aqra siapa yang tidak punya rasa kasih sayang, dia tidak akan mendapatkan rahmat.

Kunci Mendapatkan Kasih Sayang Allah Taala

Orang yang dalam qalbu-nya penuh dengan rasa kasih sayang, maka orang tersebut akan mendapatkan curahan kasih sayang dari Allah Subhanahu wa Taala.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabada :
Sesungguhnya Allah hanya menyayangi hamba-hambaNya yang penyayang. (HR At-Thabarani).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda,
Para pengasih dan penyayang dikasihi dan di sayang oleh Ar-Rahmaan (Allah), rahmatilah yang ada di bumi niscaya kalian akan dirahmati oleh Dzat yang ada di langit. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Para ulama mengatakan bahwa sabda Nabi agar kita merahmati yang ada di bumi menunjukkan bahwa tidak hanya untuk sesama Muslim saja kita menunjukkan rasa kasih sayang, namun rahmat ini mencakup seluruh makhluk, baik itu manusia beriman, kafir, ahlul ibadah, ahlul maksiat, hingga makhluk hidup lainnya (hewan dan tumbuhan).

Untuk hewan saja, Rasulullah memuji orang yang mau berbuat kasih sayang padanya.
Seseorang berkata, Wahai Rasulullah, aku menyembelih seekor kambing lantas aku merahmatinya Rasulullah berkata, seekor kambing jika engkau merahmatinya maka Allah akan merahmati engkau, Rasulullah mengucapkannya dua kali (HR. Al-Bukhari).

Rasul juga menguatkannya dengan pesan beliau yang lain,
Barangsiapa yang merahmati meskipun seekor sembelihan, maka Allah akan merahmatinya pada hari kiamat. (HR. Al-Bukhari).

Simak pula hadits berikut,

Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu.(HR Al-Bukhari dan Muslim).

Jika memberikan rasa kasih sayang untuk binatang, bahkan untuk seekor anjing yang termasuk hewan najis saja mendatangkan kasih sayang Allah, maka bagaimana lagi jika kita merahmati sesama manusia?

 


Kirim Komentar