BELAJAR KEPADA NABI IBRAHIM -`ALAIHI AL SALAM

BELAJAR KEPADA NABI IBRAHIM -`ALAIHI AL SALAM

  • 26 April 2018, 14:45
  • mysuper


Oleh:
Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.

Momentum `Idul Adlha dan haji mengingatkan kita untuk mentadabburi dan merenungi Al Mumtahanah ayat 4:

“Sesungguhnya t:elah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia…”

Dalam diri Ibrahim ada keteladanan yang patut dicontoh. Baik sebagai individu, maupun keluarga, bapak para Nabi itu layak diteladani. Di antaranya adalah:

(1)  Ketaatan yang mutlak kepada Allah Swt

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya (dengan sempurna)… (Al Baqarah: 124)

Sangat menarik cara Nabi Ibrahim dalam merespon perintah Allah: spontanitas dan sempurna (fa atamma). Spontan (fa – li ta`qib), karena beliau tidak bertanya mengapa diperintah. Dan sempurna (itmam), bahwa perintah itu ditunaikan sesuai dengan yang diminta. Tidak sekedar _adaa`_ (menunaikan) tapi  _itmam._

(2)  –Pengorbanan yang tulus

Nabi Ibrahim diuji agar menunjukkan ketaatan yang total dengan menyembelih putra kesayangannya yang sekian lama dinanti kelahirannya (Ash-Shaffat: 102). Ketaatan Ismail tidak kalah dengan ayahnya.

Begitulah biasanya manusia akan diuji dengan apa yang paling ia cintai dalam hidupnya. Pertanyaan besarnya adalah: mengapa Ismail yang masih belia rela menyerahkan jiwanya? Bagaimanakah Ismail memiliki kepatuhan yang begitu tinggi?

Nabi Ibrahim senantiasa berdoa: “Tuhanku, anugerahkan kepadaku anak yang shalih (Ash-Shaffat: 100). Maka Allah mengkabukan doanya: “Kami beri kabar gembira kepada Ibrahim bahwa kelak dia akan mendapatkan ghulamun halim”. (Ash-Shaffat: 101).

(3)   –Yakin dengan pertolongan Allah –ta`ala.

Ketika Ibrahim menempatkan istri dan anaknya di lembah yang gersang, Ibunda Hajar bertanya:

Apakah Allah yang menyuruhmu melakukan ini?

Ibrahim menjawab: “Ya”

Mendengar jawaban itu, Ibunda Hajar berkata, “kalau begitu, Allah pasti tidak akan menelantarkan kita.

Jawaban yang menunjukkan tingkat keimanan yang tinggi kepada Allah –ta`ala.

(4)  – mendidik generasi

Ada ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Ibrahim sangat perhatian kepada keturunannya. Dalam doa-doa yang dipanjatkan, tampak komitmen Ibrahim melahirkan generasi unggul:

“(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”.(Al Baqarah: 124)

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada … (Al Baqarah: 128)

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur”.

Wallahu a’lam bisshawab

Pic : Qurban YASA Malang dan PPYD AL-Ikhlas


Kirim Komentar