Nutrisi untuk Para Penghafal Al Quran

Nutrisi untuk Para Penghafal Al Quran

  • 26 April 2018, 15:01
  • mysuper

Al Quran, salah satu dari dua wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang ditinggalkan untuk umatnya selepas beliau tiada. Allah juga menjamin akan menjaga kitab ini hingga akhir zaman sesuai dengan firman-Nya dalam surah Al Hijr ayat 9, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.” (QS. Al Hijr: 9).

Al Quran merupakan kitab yang sangat istimewa pun dengan penghafalnya, telah disebutkan dalam beberapa hadits dan ayat Al Qur’an tentang keutamaan para penghafal Al Quran di antaranya disebutkan dalam hadits Riwayat Abu Daud, “Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafalkan) Al Qur’an nanti: ‘Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilnya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).”

Selain keutamaan yang akan didapatkan di akhirat kelak, keutamaan lain untuk para penghafal Al Quran di dunia yakni dikuatkan daya ingatnya, ini disebutkan dalam atsar, “Barangsiapa yang menghafal Al Quran maka Allah akan menghiasi akalnya hingga akhir hayatnya”

Kegiatan menghafal tak terlepas dengan salah satu organ manusia yaitu otak. Dalam prosesnya penting bagi penghafal Al Quran atau yang akan menghafal Al Quran untuk mengetahui nutrisi bagi otak sebagai ikhtiar yang optimal dalam menghafalkan Al Quran. Nutrisi yang masuk ke dalam otak akan mempengaruhi proses belajar dan mengingat yang melibatkan hypothalamus, hipoccampus dan amygdala.

Beberapa penelitian dilakukan untuk mengetahui zat gizi yang membantu dalam meningkatkan daya ingat dan didapatkan diantaranya omega 3 serta polyphenols. Omega 3 membantu meregulasi gen yang menjaga fungsi sinaptik dalam otak. Sedangkan polyphenols sering dihubungkan dengan menurunkan resiko kejadian dementia (gejala menurunnya fungsi dan kemampuan otak). Polyphenols mampu melindungi otak dengan tindakan neuroprotective yang melibatkan sejumlah efek diantaranya mampu melindungi sel otak dari zat-zat beracun, kemampuan menekan peradangan saraf, dan potensi untuk meningkatkan daya ingat, belajar dan fungsi kognitif. Efek yang dimiliki polyphenols ini berhubungan dengan kebiasaan mengkonsumsi asupan tinggi buah-buahan dan sayuran. Contoh makanan yang mengandung polyphenols termasuk seledri, brokoli, jeruk, teh hijau dan buah beri.

Di Madinah terdapat sebuah kebiasaan untuk mengkonsumsi kismis bagi para pelajar ataupun mahasiswa. Secara ilmiah belum didapatkan bukti adanya hubungan konsumsi kismis dengan tingkat efektifitas menghafal Al Quran namun kandungan kismis yang kaya akan polyphenols dianggap membantu untuk memudahkan dalam proses menghafal Al Quran.

Sebagai penutup, ikhtiar kita dalam menghafalkan Al Quran akan terhitung sebagai amal sholeh, semakin kita menyempurnakan ikhtiar kita dengan berbagai aspek dalam kehidupan termasuk mempersiapkan nutrisi bagi otak, maka Allah akan menyempurnakan kebaikan di dalamnya. Dan terakhir selalu niatkan proses menghafal untuk menggapai berkah-Nya bukan hanya untuk terburu-buru menjadi penghafal Al Quran, sesuai dengan firman Allah dalam surah Al Qiyamah:

“(16) Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al Quran) karena hendak cepat cepat (menguasai)nya (17) Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya (18) Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu” Qs. Al-Qiyamah:16-18

Raudhatul Jannah, S.Gz

(Nutrisionis Alumni Gizi Uninersitas Brawijaya; Relawan BSMI)


Kirim Komentar