Menjaga Anak-Anak Tetap Sehat dalam Musim Pancaroba

Menjaga Anak-Anak Tetap Sehat dalam Musim Pancaroba

  • 26 April 2018, 15:00
  • mysuper

Musim pancaroba terjadi saat peralihan musim. Suhu udara musim kemarau yang panas beralih menjadi dingin di musim hujan seperti saat ini. Suhu udara yang berubah-ubah akan berpengaruh pada tubuh kita. Tubuh akan berusaha keras untuk menyesuaikan diri dengan suhu udara sekitar. Kondisi ini membutuhkan daya tahan tubuh yang cukup. Daya tahan yang kurang akan mengakibatkan tubuh mudah terkena sakit. Penyakit yang sering muncul saat musim pancaroba antara lain flu, gangguan saluran pernafasan (batuk, sesak, radang tenggorokan), gangguan saluran pencernaan (diare, nyeri perut) dan demam.

Anak-anak merupakan kelompok usia yang daya tahan tubuhnya cukup rentan dengan perubahan suhu udara pada musim pancaroba ini. Orang tua sebaiknya berperan aktif untuk menjaga agar anak-anak memiliki pola hidup sehat agar terhindar dari sakit karena pengaruh musim pancaroba.

Berolahraga. Ajak dan biasakan anak untuk berolahraga secara teratur. Pilihlah olahraga yang bersifat aerobik seperti jalan sehat, senam dan bersepeda. Ciptakan suasana gembira dan menyenangkan dalam berolahraga. Olahraga akan membantu kondisi tubuh tetap fit dan terjaga staminanya. Lama olahraga sesuaikan dengan usia anak, yaitu kurang lebih 30 menit.

Jaga kebersihan tubuh. Biasakan anak-anak untuk mencuci tangan memakai sabun. Terutama setelah bermain dan sebelum makan. Agar terhindar dari penyakit yang berasal dari lingkungan.

Jaga kebersihan lingkungan. Biasakan anak untuk membuang sampah pada tempat sampah, membersihkan kamar sendiri dan tempat bermain. Lingkungan yang kotor menjadi sarang dari berbagai macam pembawa penyakit. Orang tua  perlu membersihkan lokasi yang memungkinkan nyamuk berkembang seperti tempat air tergenang.

Pakaian sesuai suhu udara. Pakailah pakaian anak yang sesuai dengan suhu udara untuk membantu tubuh menyesuaikan diri dengan suhu lingkungan.

Perbanyak minum air. Penuhi kebutuhan air pada tubuh anak. Tanda tubuh kekurangan cairan adalah munculnya haus. Bawakan bekal air minum bersih dari rumah. Hindari minuman dingin (es) ataupun terlalu panas.

Makanan bergizi. Penuhi kebutuhan kalori anak dengan makanan lengkap yang mengandung unsur karbohidrat (nasi, roti, jagung), protein dan lemak (lauk pauk), sayuran, buah dan susu. Jika memungkinkan tambahkan suplemen makanan berupa vitamin atau madu.

Gunakan masker. Biasakan anak menggunakan masker pada saat melakukan perjalanan untuk menghindari debu jalanan. Gunakan masker saat anak batuk atau flu untuk menghindari penularan maupun mencegah penyakit bertambah parah.

Beberapa pola hidup sehat tersebut perlu orang tua biasakan pada anak-anak, agar anak mampu dan mandiri menjaga daya tahan tubuhnya. Semoga bermanfaat.

Eko Noviyanto, MMRS
Kepala Puskesmas Ngantang Kab. Malang
Pengurus Prokami Jawa Timur


Kirim Komentar