Khasyatullah

Khasyatullah

  • 26 April 2018, 14:59
  • mysuper

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM..,
05 Jumadil Awal 1438 H
“Khasyatullah (Sistem Pertahanan Jiwa dari Dosa)”
Ya ikhwah fillah……,Kita sering mendengar istilah antibodi. Antibodi yaitu subtansi kimia berupa glikoprotein dengan struktur tertentu yang terbentuk sebagai respons terhadap keberadaan benda-benda asing (antigen) yang tidak dikehendaki oleh tubuh dan bersifat reaktif terhadap antigen tersebut. Sebagaimana cara untuk memperkuat antibodi manusia adalah dengan menjaga pola hidup sehat dan asupan makanan yang bergizi maka sistem pertahanan jiwa dari dosa (khasyatullah) pun bisa kita tingkatkan dengan beberapa faktor, diantaranya:

1. Berdzikir
Berdzikir merupakan sebuah keutamaan yang diperintahkan Allah Azza wa Jalla, seperti yang tercantum dalam QS: Al-Baqoroh(2): 152.
Artinya: “maka ingatlah kepada-Ku, aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan jangalah kamu ingkar kepada-Ku”. (QS: al-Baqoqroh (2): 152)
Allah Azza Wa Jalla pun akan meberi ampunan dan pahala yang besar dengan berdzikir, Allah Azza Wa Jalla berfirman dalam QS:al-ahzab (33): 35.
Artinya: “….laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (QS: al-Ahzab (33): 35).

2. Menjiwai ilmu
Orang yang berilmu akan merasa takut kepada Allah, semakin tinggi keilmuan seseorang maka ia akan semakin takut kepada Allah bukan semakin sombong, merasa hebat dan merasa segalanya adalah hasil kemampuannya sendiri.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) : “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sungguh Allah maha perkasa lagi maha pengampun”. (QS. Fathir (35): 28)
Ibnu katsir menafsirkan, “semakin sempurna pengetahuan seseorang terhadap zat yang maha Agung. Maka akan semakin besar rasa takut hamba tersebut kepada-Nya”.
Imam Ahmad bin Hambal Hafidzahullah mengatakan,
“ inti dari ilmu adalah khasyatullah, rasa takut kepada Allah Ta’ala”.

3. Membayangkan pedihnya siksa Allah Ta’ala bagi hambaNya yang durhaka. Allah ta’ala berfirman:
Artinya: “Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin”. (As-Sajdah (32):12)
Dalam ayat lain Allah azza Wa Jalla berfirman: “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin.”(QS: as-Sajdah (32): 12)
Maksud perkataan ini, sebagaimana dijelaskan Imam Ibnu Katsîr rahimahullah, Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia untuk melakukan amal shaleh, sesungguhnya kami sekarang telah yakin bahwa janji-Mu adalah benar dan perjumpaan dengan-Mu adalah benar. 

Imam Qatâdah rahimahullah mengatakan, “Demi Allâh, mereka tidak berharap dikembalikan ke dunia untuk menjumpai keluarga dan kaum kerabat, akan tetapi mereka berharap dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan ketaatan kepada Allâh Azza wa Jalla . Lihatlah harapan dan keinginan orang-orang yang tidak melaksanakan ketaatan kepada Allâh Azza wa Jalla ketika di dunia ! Karena itu, berbuatlah ketaatan kepada Allâh Azza wa Jalla (sewaktu masih hidup di dunia).5

4. Mengingat kematian
Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Perbanyaklah oleh kalian mengingat penghancur kelezatan.
Sa’id ibn Jubair berkata:
Seandainya mengingat kematian hilang dariku maka saya khawatir hatiku akan rusak.
Allah Ta’ala berfirman:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan” (QS al-Anbiya‘ (21): 35)

Demikianlah beberapa faktor yang dapat meningkatkan sistem pertahanan jiwa manusia dari dosa, semoga kita bisa lebih memperhatikan diri kita dari perbuatan-perbuatan dosa yang hanya akan membuat kita sengsara dan bersifat naas dalam menjalani kehidupan.

Wallahu’alam.


Kirim Komentar