ENERGI ITU BERNAMA IBADAH

ENERGI ITU BERNAMA IBADAH

  • 26 April 2018, 14:53
  • mysuper

Hidup membutuhkan energi dan kekuatan untuk bersandar. Karena energilah yang bisa menjadikan kita bertahan hidup, kuat menghadapi segala rintangan dan cobaan. Sebagai seorang makhluk, hamba, maka kita wajib sadar bahwa kekuatan itu bukan kita yang menciptakan sendiri. Kita dak punya kuasa sedikitpun untuk menghasilkan energi. Kekuatan itu, hakikatnya adalah milik Allah  Azza wa Jalla.
Pada Allah-lah kita selalu bersandar, mohon tambahan kekuatan. Lafadz, “Laa haula wa laa quwwata illa billah,  yang membasahi lisan dan kalbu kita merupakan bentuk pengakuan bahwa sumber kekuatan diri kita dan seluruh yang ada di alam semesta ini hanyalah Dzat Yang Maha Esa dan Yang Maha Kuasa, Allah Ta’ala.
Allah dak miskin akan pemberian, kepada siapa saja, baik dia beriman ataukah dak. Karena Allah dak pilih kasih terhadap hamba-Nya. Tetapi seringkali kita sendiri menghambat datangnya kekuatan Allah atau bahkan menutup jalan dan pintu-Nya. Yaitu, dengan melalaikan atau meninggalkan ibadah-ibadah yang diperintahkan pada kita. Padahal di sanalah, di dalam ibadah-ibadah itu, tersimpan energi- energi kehidupan yang tak tergankan.
Ibadah yang benar adalah buah dari keimanan yang benar. Para Ulama mende?nisikan bahwa ibadah adalah sebuah kata yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhai Allah, berupa ucapan dan perbuatan lahir maupun
ban. Ibadah adalah tujuan yang dicintai dan diridhai-Nya dan untuk itulah Allah menciptakan makhluk-Nya,  Dan Aku dak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.   (QS. Adz Dzaariyat: 56). Untuk tujuan itupula Allah mengutus Rasul-Nya,  Dan Kami dak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya dak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”. (QS. Al Anbiyaa: 25).
Allah menjadikan ibadah ini sebagai sesuatu yang harus tetap dilakukan hingga akhir hayat. Dia ber?rman, “Dan sembahlah Tuhanmu hingga datangnya al-yaqin (kemaan).  (QS. Al Hijr: 99). Jadi, ibadah adalah penunaian transaksi. Transaksi kemusliman, sekaligus juga kemanusiaan kita. Transaksi kemanusiaan adalah bentuk nyata dari kesadaran bahwa kita adalah manusia dan bukan Tuhan, makhluk dan bukan Allah, diciptakan dan bukan menciptakan diri sendiri. Transaksi kemusliman adalah penunaian tuntutan atas deklarasi kita sebagai Muslim. Bahwa karena kita muslim maka kita harus melakukan ibadah.
Seap yang bergerak memerlukan energi. Kadang energi diperlukan untuk melahirkan energi baru lagi. Seper angin yang berhembus lalu menggerakkan kincir. Atau air yang mengalir memutar turbin, lalu turbin memutar pembangkit listrik. Listrik menjadi energi bagi bermacam sarana hidup. Begitulah.
Logika energi bagi seorang mukmin secara mendasar ada pada prinsip-prinsip ibadah. Itu adalah rahasia lain mengapa Allah dengan jelas mengatakan di dalam Al Qur’an, bahwa manusia dak diciptakan melainkan untuk beribadah.

Wallahu a’lam bisshoawab

Foto: Santri PPYD Al-Ikhlas (pondok pesantren yatim dhuafa)


Kirim Komentar